Takut Kolesterol? Makan Nasi Padang Tetap Sehat dengan 4 Cara Ini

Takut Kolesterol? Makan Nasi Padang Tetap Sehat dengan 4 Cara Ini

Kelezatan nasi padang makin bertambah jika menyantapnya pakai tangan tanpa sendok. Cara penyajikannya juga khas dengan lauk pauk disajikan dalam piring-piring kecil dan langsung disediakan di meja makan disertai sebakul nasi panas atau semangkuk nasi.

Dari sudut kesehatan, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengulas lezatnya nasi padang dalam aplikasinya ‘Apa Kata Dokter’. Nasi padang selalu dihubungkan dengan makanan tinggi lemak dan kolesterol serta mengandung banyak purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat darah.

“Tetapi sebenarnya kalau kita tahu bagaimana kita secara bijaksana makan nasi padang, kita tetap bisa menikmatinya dan tetap sehat,” ungkapnya, Senin (24/12).

Ada hal yang memang harus diperhatikan, bahwa masakan Padang yang disajikan di restoran Padang dalam bentuk jeroan dan seafood. Belum lagi masakan Padang diulang-ulang untuk dipanaskan.

1. Tambah Sayuran

Masakan Padang sebagian besar mengandung kadar kolesterol tinggi, tetapi dalam setiap hidangan makanan di rumah makan Padang selalu juga dihidangkan sayur-sayuran mentah. Misalnya mentimun dan rebusan daun singkong.

“Serat yang terkandung dalam kedua sayuran ini dapat membantu mengurangi asupan kolesterol di usus halus,” kata dr. Ari.

Pada umumnya kedua macam sayuran ini selalu tersedia di rumah makan Padang. Bumbu yang menjadi penyedap rasa dalam kandungan makanan Padang ternyata mengandung anti oksidan yang tinggi untuk menetralkan racun yang ada di dalam tubuh kita.

2. Batasi Lauk

Usahakan hanya mengosumsi 1 macam lauk. Satu hal lagi yang kadang perlu diperhatikan adalah kadar garam yang tinggi.

“Lidah kita bisa mengukur asin atau tidaknya makanan tersebut. Kurangi makanan yang terlalu asin, sudah ada penelitiannya bahwa makanan Padang aman asal tidak berlebihan dikonsumsi,” tegasnya.

3. Tutup Dengan Buah

Apalagi dikonsumsi dengan sayur-sayuran dan ditutup dengan buah2an. Mengenai waktu yang tepat kapan buah dapat dikonsumsi, sebenarnya tidak ada patokan waktunya sebelum atau sesudah makan. Lambung kita seperti sebuah kantong, jika diisi pasti akan penuh dan kalau sudah penuh pasti tidak bisa menampung makanan lagi.